Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Featured
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Satu Hari Menjelajah Semesta: Kilas Balik Endgame Town Hall 2026 “Cosmos of Knowledge”

Atlantis Water Adventure Ancol Gelar Dua Aksi Pemecahan Rekor MURI dalam Perayaan Hari Renang Sedunia 2026

Beyond the Classroom: PHE Ajak Mahasiswa PNJ Mengenal Industri Hulu Migas dan Menggali Potensi Diri

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Featured
  • Tulis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Indonesia Baru
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Featured
  • Tulis Berita
Indonesia Baru
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Featured
  • Tulis Berita
You are at:Home»Terkini»Pasar Sasagaran Purwakarta: Ngopi Sambil Balik ke Zaman Dulu di Desa Dangdeur
Terkini

Pasar Sasagaran Purwakarta: Ngopi Sambil Balik ke Zaman Dulu di Desa Dangdeur

redaksiBy redaksiJuli 27, 2026 4:29 pm012 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

INDONESIA BARU ~ PURWAKARTA – Saat kota besar berlomba menghadirkan kafe kekinian, Kabupaten Purwakarta justru memilih jalan berbeda. Di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, ada satu sudut yang sukses membuat pengunjung lupa waktu. Namanya Pasar Sasagaran.

Berlokasi di RT 02 RW 01, pasar ini bukan pasar biasa. Begitu melangkah masuk, hiruk pikuk modern langsung tertinggal. Gantinya adalah deretan saung kayu dan bambu yang tertata rapi, aroma arang, serta lantunan musik Sunda yang mengalun pelan. Rasanya seperti ditarik mundur beberapa dekade ke belakang.

Daya pikat utamanya jelas: makanan. Tapi bukan makanan instan. Di sini semua serba tradisional dan dimasak dengan cara lama. Ada sate maranggi yang dipanggang di atas bara kayu sampai aromanya menggoda. Ada nasi liwet hangat yang disajikan langsung di dalam besek bambu. Lalu ada pepes ikan, sayur asem segar, sampai camilan jadul yang sudah susah dicari. Wajik, klepon, dodol, hingga gula kelapa cetak jadi menu wajib yang selalu diburu pengunjung.

Yang bikin beda, semua resepnya warisan leluhur. Tanpa pengawet, tanpa penyedap berlebihan. Ibu Dedeh, salah satu penjual nasi liwet, mengaku sengaja mempertahankan cara masak orang dulu.
“Kami pengen anak-anak sekarang kenal rasanya masakan zaman nenek. Biar nggak hilang. Masaknya tetap pakai kayu, bumbunya tetap diulek,” ujarnya saat ditemui Minggu (26/7).

Para pedagang di sini kebanyakan warga Dangdeur sendiri. Mereka melayani dengan cara yang sederhana dan hangat, seperti menjamu tamu di rumah. Itulah yang membuat suasana makin akrab.

Pasar Sasagaran kini sudah menjelma jadi lebih dari sekadar tempat makan. Ia jadi ruang untuk menjaga budaya, sekaligus penggerak ekonomi warga sekitar. Awalnya hanya didatangi warga Purwakarta, kini pelan-pelan merambah ke wisatawan luar kota yang penasaran dengan konsep “kuliner tempo dulu”.

Bagi yang ingin merasakan, pasar ini buka tiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 06.00 sampai 17.00 WIB. Aksesnya juga mudah. Bisa ditempuh pakai kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Di tengah zaman yang serba cepat, Pasar Sasagaran mengingatkan kita: kadang, untuk bahagia, kita cukup duduk lesehan, makan nasi liwet, dan mendengar musik tradisional. Sederhana, tapi bikin kangen.

~Mr Alkosih~

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleRumah Makan Sawarga di Jatiasih Diserbu Pengunjung, Menu Lezat Harga Bersahabat Jadi Magnet
Next Article Panglima TNI Lantik 734 Perwira Prajurit Karier TNI TA 2026 (Cek Faktanya)
redaksi

Related Posts

Satu Hari Menjelajah Semesta: Kilas Balik Endgame Town Hall 2026 “Cosmos of Knowledge”

Oktober 26, 2026 5:33 pm

Atlantis Water Adventure Ancol Gelar Dua Aksi Pemecahan Rekor MURI dalam Perayaan Hari Renang Sedunia 2026

Oktober 26, 2026 5:16 pm

Beyond the Classroom: PHE Ajak Mahasiswa PNJ Mengenal Industri Hulu Migas dan Menggali Potensi Diri

Oktober 26, 2026 5:00 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Maulid Nabi dan Hotmil Quran Digelar di Masjid Al A’la Doplang Lor, Ratusan Jamaah Hadir

Agustus 30, 2026 4:13 pm108 Views

Rumah Makan Sawarga di Jatiasih Diserbu Pengunjung, Menu Lezat Harga Bersahabat Jadi Magnet

Juli 27, 2026 1:36 pm46 Views

Warga Ngimbun Karangjati Gelar Tradisi Nyadran dan Kerja Bakti di Sendang Ngimbun

Agustus 21, 2026 11:39 am14 Views
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Featured
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.