INDONESIA BARU ~ AMBARAWA, 23 September 2026 – Denyut ekonomi tradisional masih terasa kuat di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, pada Rabu (23/9/2026). Sejak pagi hari, pasar tersebut sudah dipadati aktivitas masyarakat yang melakukan jual beli untuk mencukupi keperluan harian.
Pasar Projo yang dibangun dengan struktur dua lantai ini menawarkan ragam komoditas yang sangat lengkap. Penataan los dan kios berdasarkan kategori produk memudahkan pengunjung dalam mencari barang yang dibutuhkan, mulai dari kebutuhan konsumsi hingga perlengkapan rumah.

Di area lantai dasar, suasana terlihat paling ramai. Deretan lapak sayur-mayur dan buah-buahan segar mendominasi sudut pasar. Berbagai macam hasil bumi seperti cabai, tomat, bayam, wortel, hingga aneka buah musiman disusun rapi oleh pedagang guna menarik minat pembeli. Para ibu rumah tangga tampak teliti memilih bahan makanan terbaik untuk keluarga.
Tidak hanya bahan pangan, lantai bawah juga menghadirkan pilihan barang elektronik. Sejumlah pedagang menyediakan peralatan elektronik rumah tangga, sehingga pengunjung dapat memperoleh kebutuhan lain tanpa harus berpindah lokasi. Keberadaan sektor ini menjadi pelengkap yang membuat pasar semakin komplit.

Beranjak ke lantai dua, nuansa perdagangan sedikit berbeda namun tetap hidup. Lantai atas menjadi pusat penjualan produk fesyen, jajanan, dan kerajinan tradisional. Berbagai model pakaian untuk anak-anak hingga dewasa digantung dan ditata menarik dengan harga yang bersaing. Di sebelahnya, aroma makanan ringan mengundang selera, dimana pedagang menjajakan beragam camilan kering dan kue tradisional yang cocok untuk oleh-oleh.
Salah satu daya tarik khas di lantai atas adalah deretan pengrajin gerabah. Produk-produk berbahan tanah liat seperti kendi, tungku, pot bunga, hingga peralatan dapur tradisional masih diminati warga karena fungsinya sekaligus nilai seninya yang kental.

Kombinasi komoditas yang beragam menjadikan Pasar Projo lebih dari sekedar lokasi jual beli bahan pokok. Pasar ini berfungsi sebagai ruang sosial tempat interaksi antara penjual dan pembeli terjalin, termasuk tradisi tawar-menawar yang menjadi ciri khas pasar rakyat.
Hal tersebut diakui oleh salah satu pembeli, Rohmah. Menurutnya, kelengkapan pasar sangat membantu efisiensi waktu belanja.

“Enak belanja di sini, semua ada jadi satu tempat. Sayur, buah, baju, jajanan, sampai perabot rumah bisa didapat tanpa harus keliling,” tuturnya.
Aktivitas yang berlangsung setiap hari ini menjadi penopang perputaran ekonomi lokal Ambarawa. Dengan fasilitas dua lantai dan keragaman dagangan yang terjaga, Pasar Projo Ambarawa membuktikan eksistensinya tetap relevan dan menjadi pusat nadi perekonomian masyarakat sekitar.
~Mr. Ritm~
