Cileungsi – Di Desa Mampir, Cileungsi, Bogor, hiduplah seorang ibu rumah tangga yang tangguh bernama Mbah Inem. Siapakah Mbah Inem? Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Suaminya, Osin, seorang pedagang buah nangka muda yang sering sakit-sakitan, bekerja keras hampir setiap hari untuk membawa pulang uang. Namun, penghasilannya tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Apa yang membuat Mbah Inem berbeda? Ia tidak ingin menyerah dan membiarkan keluarganya hidup dalam kesulitan. Setiap pagi, Mbah Inem mengayuh sepeda tuanya yang sudah tua dan kusam, menuju ke tempat-tempat yang berpotensi memiliki rongsok. Ia mencari botol-botol plastik, kertas-kertas bekas, dan logam-logam yang dapat dijual.
Mbah Inem melakukan semua ini setiap hari, tanpa mengenal lelah. Ia bekerja keras untuk membantu suaminya dan memberikan yang terbaik bagi keluarganya, meskipun kadangkala hujan mengguyur, namun tak patahkan semangatnya untuk mencari rongsok. Ia mencari di seluruh penjuru desa, dari rumah ke rumah, dan dari tempat ke tempat.
Mengapa Mbah Inem begitu gigih? Ia berjuang untuk memberikan keluarganya makanan yang layak, pakaian yang hangat, dan pendidikan yang baik. Mbah Inem ingin memberikan yang terbaik bagi mereka, dan ia tidak ingin menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.
Bagaimana Mbah Inem dapat melakukan semua ini? Dengan kerja keras dan ketabahan. Ia mengayuh sepeda tuanya, mengumpulkan rongsok-rongsok, dan membawanya pulang untuk dijual. Dengan penghasilannya, Mbah Inem dapat membantu suaminya memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka berdua bekerja sama, saling mendukung, dan membuktikan bahwa dengan kerja keras dan ketabahan, mereka dapat mengatasi kesulitan hidup.
Mbah Inem adalah pejuang ekonomi keluarga yang sebenarnya, dan kisahnya adalah inspirasi bagi kita semua untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.
Yoriko


